Kepada segenggam angan yang terendus dingin pagi.
Kepada peredam amarah yang tertunduk semilir angin.
Kepada pengagum cahaya yang terpukau sang mentari.
Kepada perindu senja yang menari indah di atas awan.
Aku padamu kini hanyalah duka.
Menarik ulur benang setia agar tidak dimakan zaman.
Menanti pada langit-langit malam yang termakan sepi di dada.
Barangkali kutemukan sisa beku ragamu dalam belaian.
Memanggil-manggil indah deru ombak tanpa menyuarakan percintaan.
Entah jika esok lusa aku tiba-tiba dikebumikan oleh sisa angin malam.

No comments:
Post a Comment
Komentar mu, ceria ku. :)