Kalau yang pagi ini atau sejak tadi malam sedang pantengin twitter, mungkin juga sudah tahu mengenai salah satu trending topic saat ini. Yakni kasus yang menimpa salah satu komika terbaik Indonesia, Muhadkly Acho. Kasus ini berawal dari sebuah curhatan di blognya, muhadkly.com yang menceritakan pengalamannya mengenai tata aturan di sebuah apartement yang ada di Jakarta. Sebut saja Green Pramuka City. Dalam curhatannya tersebut, Acho menuliskan kekecewaannya membeli salah satu unit apartement. Dari promo yang kurang sesuai dengan fakta, perubahan aturan yang tidak melibatkan para penghuni apartement serta beberapa kebijakan lain yang dianggap dilakukan secara sepihak.
Sebetulnya beberapa penghuni apartement yang lain juga merasa keberatan dengan aturan yang diubah secara sepihak ini dengan melakukan aksi turun ke jalan, tepatnya di depan gerbang apartement tersebut yang pada intinya, banyak penghuni apartement yang kurang menerima diperlakukan semena-mena oleh pihak pengelola apartement. Intinya, ada keganjalan-keganjalan yang terjadi. (Lengkapnya akan diberikan link mengenai curhatan Acho di foot page)
Lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah, ketika tulisan Acho dimuat di blognya, pihak apartement tidak menerima atas tulisan tersebut. Alhasil, Acho dilaporkan ke pihak yang berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik. Padahal, dalam tulisan Acho hanya menyampaikan fakta yang terjadi beserta bukti. Lah, Acho kan menyampaikan kekecewaannya terhadap produsen yang dibelinya. Kok malah dilaporin? 😂
Lucunya, pihak apartement ini juga baru menindaklanjuti kasus ini sekarang. (Padahal tulisan Acho sejak 2015). Tapi mungkin ada hal lain yang perlu dilengkapi. Dan yang buat saya tidak habis pikir adalah, komplain dari seorang konsumen atau pengguna apartement bukannya diladeni dengan baik, tapi malah dilaporin.
Ibaratnya:
A: "Bang, rujaknya kurang pedes."
B: "Kamu saya laporkan ke Polisi!"
Aneh kan? Harusnya tambahin cabainya biar pedes. Bukannya dilaporin.
Kasus seperti ini mungkin sudah banyak terjadi, hanya saja tidak ada yang berani mengungkapkannya. Paling ngobrol dengan teman akrab untuk sekadar curhatan belaka dan masalah seperti ini tetap berlalu dengan mulus. Sekalinya ada yang kritis, malah dilaporin. Situ sehat? 😂😅
Kasus seperti ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Jadi saran saya adalah, pahami benar-benar segala aturan atau keterangan ketika akan memutuskan untuk membeli sesuatu. Apalagi ini apartement. Ke-hati-hatian saat hendak memutuskan sesuatu sangat diperlukan.
Cerdaslah memilih!
Tulisan Acho:

No comments:
Post a Comment
Komentar mu, ceria ku. :)