Berkali-kali Kastana membuka buku, ensiklopedi tebal dan lusuh, kumpulan teori yang sudah ditandai atau dilingkari dengan pulpen, dan beberapa gambar aneh tentang fenomena ruang angkasa.
Ia mencari dan memastikan bahwa teori yang ia temukan adalah fenomena baru yang akan menjadi penemuan terbesar dalam tataran ilmu pengetahuan.
Ia mencari dan memastikan bahwa teori yang ia temukan adalah fenomena baru yang akan menjadi penemuan terbesar dalam tataran ilmu pengetahuan.
Berkali-kali ia mengecek dan menyamakan ungkapan penemuan sejarah bahwa ada hal yang terselip dalam perkembangan planet dan ruang hampa lainnya dalam galaksi ini. Matanya menatap tajam penuh konsentrasi, titik keringat di dahinya terlihat lebih mengkilap, seakan-akan sedang melakukan operasi bedah jantung atau semacamnya yang jika keliru, akan fatal akibatnya.
Aku hanya melihatnya. Entah arwah mana yang telah menghasut otaknya bahwa Kastana begitu tergila-gila dengan ilmu perbintangan ini. Entah sihir apa yang telah dibacakan dukun sakti agar dirinya kesurupan oleh benda-benda langit.
Kastana rela membeli buku-buku mengenai galaksi dan seisinya, meskipun harusnya uang itu dipakai untuk makan ataupun kebutuhan hidup lainnya.
Dia pernah berkata bahwa, "semesta ini luas Jar. Tuhan tidak bodoh ketika menciptakan galaksi, dan Tuhan sudah menyiapkan banyak misteri untuk diungkapkan. Salah satunya adalah aku!" Begitu ucapnya.
Kudengarkan saja, sambil menyetel radio mencari acara anak muda, sekedar mendengarkan kiriman salam dari penyiar untuk beberapa pendengar setia, atau lagu-lagu yang semoga saja enak didengar.
"Ketemu! Ketemu! Hahaha! Yes!!!" Kegirangan Kastana memecahkan lamunanku soal dirinya di sore itu.
***

No comments:
Post a Comment
Komentar mu, ceria ku. :)