Jumat ini kutitipkan sayapku pada sembilu. Merangkai bait demi bait suci dalam perjalanan menuju ridho sang pencipta.
Mahakarya ini masih tetap sama sejak semesta ini dibentuk. Merangkai bibir menjadi doa. Menyulam kata menjadi asa.
Masihkah kau dengar lengking suara itu? Dari tiap-tiap pengeras suara bangunan yang megah nan suci.
Disana aku duduk bersimpuh. Menghamba selemah-lemahnya. Menanti sejadi-jadinya.
Inginku menjemput doa itu dalam mahligai cinta yang abadi.
Namun apalah daya. Diriku hanyalah hamba yang terhina. Berusaha menjadi segelintir yang tersaring di lembah firdaus.
Tapi berhentilah sobat. Niat menjadi penguasa diantara hamba hanyalah mimpi. Cukuplah menjadi yang taat dalam aturan.
Garut, 19 Mei 2017.
Aziz Timur

No comments:
Post a Comment
Komentar mu, ceria ku. :)