Akhir-akhir ini saya memang sedang menggarap tugas akhir. Skripsi.
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Sumber: wikipedia.org
Oke, keren kan? Gue siap! 😂😂😂
Gak penting memang. Mungkin sering muncul di benak para mahasiswa tingkat akhir yang notabene bertipe seperti saya, akan merasa sedikit terganggu dengan tugas akhir ini. Entah kenapa, ya memang menurut saya kurang bermanfaat saja.
Toh kamu mengenyam pendidikan itu untuk menjadi lebih tahu. Bukan dikerjain oleh dosen dengan banyak coretan revisi yang sebenarnya, setelah kamu lulus atau sarjana, hasil karyamu hanya akan dipajang di perpustakaan dan berdebu. Berguna? Kurang memang dan ini memang seakan-akan menjadi musibah terbesar sepanjang kehidupan sebagai mahasiswa.
Huft... Karya ilmiah ini seakan-akan menjadi hal yang wajib bagi semua mahasiswa semenjak mengenyam pendidikan. Padahal, setelah anda wisuda, masyarakat ataupun partner kerja anda tidak akan menanyakan tentang judul skripsi, penelitian dimana atau IPK akhirnya berapa. Tidak akan!
Bukan saya berniat untuk merusak aturan baku yang diluncurkan oleh pemerintah sejak dahulu, tapi ini seakan-akan hanya menjadi UJIAN AKHIR. Ya, syukur-syukur semuanya diluluskan. Tapi banyak juga mahasiswa yang hampir 6 sampai 7 tahun kuliah hanya karena alasan skripsinya belum kelar. Oh my God! Kasihan kan? Karena saya pribadi paham bahwa, tanpa skripsi pun, saya masih bisa berkarya dan di luar sana, skripsi hanyalah pajangan yang gak keren-keren amat.
Namun saya menyadari satu hal bahwa, skripsi bukanlah sebuah musibah, tapi proses perjalanan seorang calon mahasiswa agar merasakan bahwa pendidikan yang baik, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah juga. Artinya, skripsi adalah jembatan menuju banyak hal diluar sana. Bukan masalah akan bermanfaat atau tidak, tapi ini masalah bahwa saya mampu keluar dari masalah ini atau tidak.
Sekali lagi, skripsi memang tidak terlalu penting jika dilihat dari nilai manfaat, tapi menjadi sangat penting jika dipandang sebagai jembatan menuju segala hal luar biasa di luar sana. Pintu segala awal dinamika hidup yang baru sebagai seorang sarjana.
Keep fight bro and sist...
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Salam,
