Wanitaku, apa kabarmu malam ini? Adakah dirimu sedang terlelap? Atau bangun untuk bermesra dengan Tuhan?
Wanitaku, apakah engkau sudah mengenalku? Atau masih menerawang jauh?
Wanitaku, aku tidak akan punya banyak tuntutan padamu. Masih menerimaku saja sudah cukup.
Wanitaku, sungguh tidak mengapa andaikata dirimu sudah pernah dijamah.
Sungguh tidak mengapa.
Sungguh tidak mengapa.
Aku hanya mengenalmu yang sekarang. Bukan yang sebelumnya.
Wanitaku, adakah dirimu sering bercumbu dengan Tuhan?
Ataukah sedang tidak mengenal-Nya?
Ataukah sedang tidak mengenal-Nya?
Wanitaku, sungguh aku tidak menginginkan dirimu saat ini.
Kotorku masih melekat.
Pendosa ulung pula.
Pendosa ulung pula.
Tapi izinkan aku untuk membawamu
Menuju ridho-Nya kelak.
Menuju ridho-Nya kelak.
Garut, 30 Maret 2017
