Disclaimer: Tulisan ini sebenarnya tidak penting untuk anda yang masih menganut ideologi instanisme. Hahaha!
Indonesia adalah bangsa yang terkenal dengan semangat '45 nya. Saya setuju tentang itu. Bagaimana ketika membaca buku sejarah dan menyaksikan film-film dokumenter tentang perjuangan rakyat Indonesia. Ya, semangatnya benar-benar diacungkan jempol. Bagaimana Bung Tomo meneriakkan kemerdekaan di Surabaya dan di semua daerah di Indonesia saat itu.
71 tahun silam, sebelum Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini. Jauh sebelum itu, rakyat Indonesia tertindas dengan kejamnya penjajahan. Kejamnya bangsa asing dengan semena-mena memperlakukan nenek moyang kita sebagai tamu di negeri sendiri. Bahkan lebih rendah dari itu.
Sudahlah! Bicara tentang sejarah tentu anda yang lebih paham. Anda lebih tahu tentang itu. Lihatlah hari ini bagaimana generasi penerus Bung Karno dan para pejuang lainnya mengisi kemerdekaan? Sedikit bingung memang. Ketika di sekolah-sekolah senantiasa mengucapkan janji pelajar dengan lantang.
Pengucapan teks pancasila dan pembacaan naskah UUD 1945 setiap hari Senin selalu dilakukan. Namun itu semua seakan buaian upacara belaka. Tidak menyentuh batin. Sehingga, kita semua sadari bahwa, hal itu hanyalah omong kosong belaka.
"Ah, masih ada kok, yang sampai ke hati."
Betul! Tapi lebih banyak mana?
Mari kita luruskan bersama. Bangsa Indonesia yang terkenal dengan semangat gotong-royong dan perjuangannya mulai pudar oleh generasi saat ini. Termasuk saya dan anda. Sadar ataupun tidak, kita sudah terbuai kembali oleh segala hal yang bisa ditebus dengan uang. Ya, semuanya serba instan. Mau makan, tinggal pesen. Mau minum, sama. Mau ke sebuah tempat, sekarang sudah ada pula jasa kendaraan online.
Itu semua tidaklah salah. Toh, itu kan tujuannya memudahkan kegiatan manusia. Memang betul tentang hal itu. Saya juga tidak memungkiri bahwa yang saya pakai untuk menulis ini pun adalah bukti kecanggihan teknologi. Tapi di sisi lain, semangat juang bangsa Indonesia semakin pudar. Entahlah kalau saya yang kurang update atau kuno. Tapi itu yang saya sadari dan pahami sebagai sesuatu yang GAWAT!
Kembali pada permasalahan instan yang saya fokuskan adalah mengenai mental. Bukan kemajuan teknologi ataupun hal lain yang membantu manusia. Tapi ini tentang mental. Bagaimana hari ini kita lebih suka mengambil ilmu ataupun informasi dari internet yang belum tentu kebenarannya dan merasa paling jago karena sudah menguasai banyak ilmu. Padahal belum tentu benar adanya. Minimal mau membaca buku saja sudah menjadi hal yang luar biasa.
Ibarat kita menekan tombol Ctrl + C dan Ctrl + V dan boom! I'm the superhero. 😂
Karena saya yakin, jika bangsa Indonesia masih dengan mental instan seperti ini, (khususnya generasi remaja), maka Indonesia mungkin akan dijajah lagi secara fisik. Kenapa secara fisik? Karena secara mental, bangsa ini sudah dijajah kembali. Tinggal tunggu Perang Dunia ke III terjadi. Ini hanya perkiraan saya. Tapi menjadi hukum alam bahwasannya, yang kuat akan menjajah yang lemah. Yang lemah akan ditindas.
"Terus anda siapa? Jangan paling sok hebat deh! Palingan juga biar terkenal doang."
Hahaha, betul! Saya ingin terkenal dan menertawakan anda yang hanya diam ditempat menunggu ajal datang.
Maksud saya begini. Jika dalam sehari anda menyerap 20 informasi baru, tetapi belum tentu kuat kredibilitasnya, apa bedanya dengan anda mendengarkan sebuah acara gosip di salah satu stasiun televisi swasta. Paling juga "katanya". Tidak ada efek yang lebih kuat. Tidak ada sebuah pembenaran yang lebih nyata.
Tulisan ini hanya sebuah bacaan belaka yag belum tentu kebenarannya. Tapi ini salah satu bentuk usaha saya untuk menyadarkan anda (yang belum sadar) bahwa bangsa yang bermental instan ini perlu dibenahi. Minimal dari hal yang paling kecil. Tidak buru-buru menelan sebuah berita bulat-bulat.
Siapa tahu anda lebih mau menyadarkan yang lain bahwa kita semakin bermental instan dengan sesuatu yang mudah didapat dan menjadi konsumen setia. Entahlah. Ini hanya tulisan tidak penting di pagi buta. Mungkin saya yang masih ngantuk, atau anda yang belum buka mata. :D
Salam,
