Aku berkali-kali memencet semut merah yang merayap di tangan dan pahaku. Berkali-kali pula memeras ingus dan melemparnya ke sembarang arah. Pilek. Ya, itu yang aku rasakan sekarang. Jika ditanya penyebabnya, sudah barang tentu karena kehujanan kemarin.
Lalu, apakah aku harus menyalahi proses perjalanannya? Atau karena kehujanannya? Bukan keduanya. Aku menyalahkan diriku sendiri yang tidak menyiapkan segala sesuatunya dengan benar.
Jika sudah tahu bahwa sekarang musim hujan, ya siapkan mantel atau alat anti basah lainnya. Bukan mengandalkan tebak-tebakan bodoh kapan hujan dan cerah.
Begitupun dengan segala keputusan yang hendak diambil, pikirkan segala resikonya, lihatlah ancamannya, ukur kemampuan, lalu mulailah bertindak dengan saksama.
Dirasa terlalu banyak mikir? Kata orang bijak, berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Bukan bertindak dahulu lalu berpikir.
Lalu aku berbalik badan usai memarahi diri sendiri di depan cermin dan kembali melempar ingus ke sembarang arah.
MENU
close

No comments:
Post a Comment
Komentar mu, ceria ku. :)